Selasa, 09 Oktober 2012

Aliran dan krayonku



Di tengah rintik hujan aku mengaduh. Mengaduh mengapa tiada satupun suratku yang sampai ke laut. Aliran air di sekolah hanya selokan kamar mandi yang airnya harus kita bikin sendiri. Aku tersenyum, tapi samar. Seperti hanya membuat garis yang sedikit melengkung di wajahku. Aku belajar bagaimana bintang mencintai matahari, atau ketika hujan setia menunggu pelangi. Setidaknya, aku sudah belajar kan ? Aku sudah belajar. Mengetahui seindah apa rasa kecewa itu. Sebesar apa rasa indah yang terselip di balik kerealistisan dunia ini. Aku belajar dari jalannya perahu kertas saat hujan.Aku belajar mengerti, bagaimana warna indah itu tercipta. Aku mencoba untuk mewarnai duniaku dengan krayonku sendiri. Krayonku memang hanya 12, tapi 12 warna itulah yang mewarnai duniaku. Mencampur aduk dan merealistiskan khayalanku. Aku tidak pernah belajar berbohong. Aku tau, setiap perahu kertas akan jujur. Terutama saat rintik hujan mulai membasahinya  ʃƪ

1 komentar:

fena basafiana mengatakan...

waaw.. bagus.
radar neptunus d(*o*)b hoho... sesama agen neptunus marilah saling join site.. hoho..

Posting Komentar